Sepanjang hari menahan lapar dan dahaga, lisan mereka tak pernah lelah melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Mereka berjuang menjaga hafalan di tengah keterbatasan. Faktanya, mayoritas santri kami berasal dari keluarga dhuafa.Bagi mereka, bisa berbuka puasa dengan lauk bergizi dan takjil manis adalah sebuah kemewahan. Tak jarang, mereka hanya membatalkan puasa dengan air putih dan menu seadanya sebelum kembali bersiap untuk sholat Tarawih dan setoran hafalan malam harinya.