Sejak subuh buta, mereka sudah duduk bersila menghafal Al-Qur'an. Mereka berjuang menjaga hafalan di tengah keterbatasan ekonomi yang membelit. Faktanya, mayoritas santri kami berasal dari keluarga dhuafa. Bagi mereka, bisa makan 3 kali sehari saja sudah sangat bersyukur, apalagi memikirkan lauk yang bergizi. Tak jarang, mereka harus menahan perihnya lapar saat sedang setoran hafalan